“Money Laundering yang Bersumber dari Perdagangan Narkoba”

Malang (24/11/2022), Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Kuliah Umum dengan mengangkat Tema, yaitu Money Laundering yang Bersumber dari Perdagangan Narkoba. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum, yaitu bapak Dr. Tongat, S.H., M.Hum dengan di moderatori oleh Kepala Jurusan Fakultas Hukum yaitu ibu Cholidah, S.H.,M.H. Dalam kegiatan Kuliah Umum dibawakan oleh ibu Dr. Yanti Garnasih, S.H., M.H, yaitu Ketua Umum MAHUPIKI (Masyarakat Umum Pidana dan Kriminilogi Indonesia), dan juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 (lima) yang sedang menempuh Hukum Pidana III.

Baca : Kebijakan Pendidikan Nasional Menuju Generasi Emas

Dalam kegiatan ini membahas tentang pencucian uang yang bersumber dari perdagangan narkoba yang banyak dilakukan hampir diberbagai negara dunia. Yang dimaksud dengan Pencucian uang adalah suatu perbuatan, menempatkan, mentransfer, membelanjakan uang dari adanya kegiatan yang diduga marupakan hasil dari kegiatan pidana, misalnya perdagangan narkoba. Siapapun yang ikut menikmati hasil dari kejahatan itu termasuk dalam kejahatan pencucian uang. Salah satu tindak kejahatan pencucian uang di dunia disebabkan oleh adanya kegiatan transaksi narkoba, karena narkoba sangat sulit diberantas sebab tersebar keseluruh dunia dan kegiatan transaksinya juga cukup mudah untuk dilakukan. Perdagangan narkoba ini juga dapat menghancurkan ekonomi dunia serta dapat menghancurkan generasi muda (24/11/2022).

Adanya pencucian uang ini juga berdampak akan memunculkan suatu tindak pidana Korupsi yang dimana kegiatan ini juga melibatkan orang-orang yang memiliki otoritas kekuasaan yang tinggi sehingga memungkinkan adanya proses transaksi narkoba yang membawa pada tindak pidana korupsi, karena perdagangan narkoba ini memiliki penjualan yang sangat banyak dan perdagangan narkoba sudah dalam lingkup internasional. 

Baca : Tolak Pengesehan KHUP, Aliansi Mahasiswa Malang Raya Bergerak Lakukan Demostrasi

Pencucian uang aktif yaitu seseorang yang menguasai atau menikmati hasil dari perdagangan narkoba lalu uang tersebut digunakan untuk membelikan sesuatu atau mempergunakan uang tersebut untuk hal lain, seseorang tersebut dikatakan sebagai pelaku pencucian uang. Tindak pidana pencucian uang juga rentan dengan tindak pidana korupsi. Berdasarkan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Pasal 7 tentang Narkotika yang berbunyi “Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, sehingga dapat dilihat bahwa Perdagangan narkotika dapat dan boleh dilakukan apabila telah ada izin legal yg sudah didapatkan, dengan tujuan untuk kepentingan medis atau dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Kebijakan Pendidikan Nasional Menuju Generasi Emas

Next Article

Bebek UMM, Antara Refresing dan Bising