Rafi Azzamy, Maba Prodi Hubungan Internasional berikan Buku Karyanya ‘Panduan Melawan Sekolah’ kepada Menko Muhadjir Effendy 

Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) Menggelar Pesmaba Luring secara penuh ditahun 2022.
Muhajir Efendi (kiri) dan Rafi Azzamy (Kanan) Saat acara Pesmaba UMM Berlangsung. (12/09/2022).
Muhajir Efendi (kiri) dan Rafi Azzamy (Kanan) Saat acara Pesmaba UMM Berlangsung. (12/09/2022).

Pekan mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hampir 2tahun belum spontan efektif dilaksanakan. Kini babak baru ditahun 2022 yang tergolong ramai dan bersemangat. (12/09/2022). 

Terdata ada 7800 Mahasiswa Baru, berdatangan dari seluruh daerah di Indonesia, guna memeriahkan Agenda Pesmaba UMM, ini. Diantaranya ada Rafi Azzamy sosok Maba yang sangat bersemangat untuk memberikan kesan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Berjalannya pembukaan Pesmaba, nampak Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Saat sedang berjalan, diberikan buku oleh mahasiswa baru (Rafi). 

Buku: Panduan Melawan Sekolah. Ditulis, Rafi Azzamy, (Mahasiswa Baru, UMM, 2022).

Menurut Rafi,  Karena karya saya adalah soal pendidikan dan beliau adalah seorang begawan pendidikan, sekaligus pejabat yang turut menentukan nasib pendidikan bangsa ini di masa mendatang. 

Buku saya itu berisi kritik terhadap dunia persekolahan atau institusi pendidikan pada umumnya, dan saya harap seorang Menko seperti Pak Muhadjir dapat mendengar nan memahami aspirasi saya.

Kemudian rafi juga menuturkan, bahwa tindakanya dalam titik tertentu, provokasi itu perlu, hampir seluruh perubahan diawali dengan provokasi. Entah provokasi tuk menggiatkan literasi, atau provokasi tuk merdeka seperti yang dilakukan Bung Karno sebelum memproklamasikan kemerdekaan kita. Entah selubung politik apa yang membuat provokasi itu terkesan selalu negatif.

“Singkat saja, saya melakukan apa yang disebut ‘provokasi’ itu tak lain agar terjadi perubahan.” Tutur Rafi Azzamy, (12/09/2022).

Muhajir Efendi (kiri) dan Rafi Azzamy (Kanan) Saat acara Pesmaba UMM Berlangsung. (12/09/2022).
Muhajir Efendi (kiri) dan Rafi Azzamy (Kanan) Saat acara Pesmaba UMM Berlangsung. (12/09/2022).

Rafi menambahkan, bila melalui obrolan ringan, seperti candaan soal remuknya pemerintah atau sindiran seperti pertanyaan pada kawan-kawan saya terkait hakikat hidup sebagai mahasiswa. Obrolan—politik, ekonomi, ideologi, filsafat—ringan itu saya yakin akan menjadi diskursus baru di dalam kepala mereka, yang semoga menimbulkan kesadaran.

Selain itu rafi menyampaikan pesan nya terhadap setiap mahasiswa dan UMM khususnya, Karena menurutnya,  “kampus Muhammadiyah yang banyak hal gelap di baliknya, seringkali ada yang pertanyaan soal ketiadaan ‘sang surya’ di dalamnya. Perlu kita ingat bahwa ‘sang surya’ itu terbit bukan melalui kampus, tapi melalui pikiran dan gerakan mahasiswa yang ada di dalamnya. 

Sang Surya hanya akan terbit apabila Mahasiswa Muhammadiyah mengemansipasi nalar dan tindakannya sesuai khittah general Muhammadiyah. Mahasiswa baru adalah Sang Surya yang pasti terbit, entah cahayanya redup atau terang”. Tutup Rafi Azzamy, setelah dihubungi Jurnalis Didaktik (Rifki), (12/09/2022).

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Pembangunan Infrastruktur Indonesia yang Berperan untuk Meningkatkan Daya Saing

Pembangunan Infrastruktur Indonesia yang Berperan untuk Meningkatkan Daya Saing