Gejolak Covid-19 Hingga Peraturan Yang Aneh

Gejolak Covid-19 Hingga Peraturan Yang Aneh

Semenjak seluruh dunia dibenturkan pada masalah pandemi corona virus atau covid-19 yang berawal dari wuhan china sejak akhir tahun 2019. Membuat banyak orang merasa panik dan mengamankan diri dengan menjaga kesehatan dan imunitas diri.

Beredarnya wabah tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari 2020.

Baca Juga :
Kisah Cinta Dewi Banowati dan Arjuna: Kesetiaan atau Pengkhianatan?

Kasus COVID-19 pertama kali muncul pada Senin 2 Maret lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun.

Lockdown tanpa adanya penunjangan ekonomi

Sejak tanggal 18 maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan darurat covid-19 secara nasional. Beranjak dari penutupan area keramaian hingga diphk nya para pekerja, peraturan nasional ini menggambarkan negara sedang mengalami bencana yang sangat besar.

Tetapi sejak lockdown yang berlangsung hampir bulan ini diperlihatkan akan adanya permainan korupsi diwilayah dana bantuan sosial (BANSOS) yang seharusnya turu kepada per-keluarga menjadi tidak turun.

Baca Juga :
Pentingnya Pendidikan Karakter di Instansi Sekolah

Bahkan sejak dilockdownkan seluruh aktivitas masyarakat untuk tidak berkerumun dan saling memakai masker, langkah unik pemerintah menyewa para influencer untuk mengkapanyekan darurat covid-19.

Pembatasan Sosisal Bersakala Besar (PSBB) di Setiap Kota

Setelah terlaksannya lockdown secara nasional, lagi-lagi pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar disetiap kota di Indonesia.

Bermula dari lockdown yang mengharuskan pemberhentikan kegiatan sosial dan pelarangan aktivitas umum, justru PSBB ini menjadi kebalikannya yang berarti “diperbolehkan berkegiatan asal pakai masker dan jaga jarak tetapi dilarang keluar kota dan mengadakan acara yang besar”.

Baca Juga :
Seni Dalam Lipatan Pandemi

Dilain itu psbb hanya merujuk kepada penutupan aktivitas malam hari yang sebelumnya tutup nya jam 12, dibatasi hingga jam 21.00 WIB atau 9malam. Menyoroti peraturan ini beberapa hal yang kami rangkum;

– Dilarang mudik jika melanggar disuruh putar balik.
– Dilarang lebaran Idul Fitri secara umum, dan digantikan dengan lebaran virtual.
– Dilarang mudik tapi untuk pariwisata atau liburan boleh.

Peraturan PSBB ini berlangsung lama sejak 10 Apr 2020 hingga psbb transisi pada 6 desember 2020 sampai dengan tahun baru 2021.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Biasa Sampai PPKM Darurat

Memasuki tahun 2021 yang sebelumnya ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Micro disetiap Kota di Indonesia sejak 10 Februari 2021.

Baca Juga :
Menakar Peluang Repatriasi Pengungsi ditengah Gejolak Politik Myanmar

Berbeda dengan PSBB dan Lockdown yang tegas dan ketat, justru PPKM ini kurang konsisten dan hanya merujuk kepada formalitas pemerintahan saja.

Selain itu, PPKM biasa yang digaung-gaungkan untuk pertumbuhan ekonomi tidak mendapati titik temu disetiap kota. Bahkan sejak PSBB dan Lockdown, seluruh harga pasar naik15%  dari yang semula 10ribu menjadi 15ribu. Memang keadaan begiitu pahit diwilayah swasta dan pembisnis.

Diantara harga, berkumum dan jam malam yang kian menjadi standart pecegahan covid bagi pemerintah, tetapi tidak bagi masyarakat. Melihat PPKM darurat yang berlangsung di bulan Juli 2021 ini disetiap kota upaya peberlakuan kegiatan masyarakat dinilai sangat tidak efektif. Bahkan sangat represif untuk membubarkan kegaiatan masyarakat.

Total
10
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article
Kisah Cinta Dewi Banowati dan Arjuna: Kesetiaan atau Pengkhianatan?

Kisah Cinta Dewi Banowati dan Arjuna: Kesetiaan atau Pengkhianatan?

Next Article
Bahasa Malangan, Ciri Khas Orang Malang

Bahasa Malangan, Ciri Khas Orang Malang