Pentingnya Pendidikan Karakter di Instansi Sekolah

Pentingnya Pendidikan Karakter di Instansi Sekolah

Pentingnya Pendidikan Karakter di instansi sekolah. Pendidikan karakter saat ini menjadi hal yang sedang hangat dibicarakan. Banyak yang bertanya apa sebenarnya esensi pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Dan siapa yang bertanggung jawab atas pendidikan karakter di sekolah. Guru adalah orang pertama yang akan bertanggung jawab atas pendidikan karakter di sekolah.

Baca Juga :
Pendidikan Karakter: Pengertian, Nilai, dan Implementasinya

Keluarga adalah tempat pembentukan karakter pertama seorang individu. Namun, guru juga berperan aktif dalam pembentukan karakter seorang anak karena seorang anak akan mengenyam pendidikan dasar.

Menurut, Rabia’tul Auliah Mahisiwi UB,“Penerapan pendidikan karakter di sekolah adalah hal yang harus dilakukan. Karena hal ini akan berdampak pada moral baik yang dimiliki siswa tersebut. Bukan hanya keluarga yang memiliki peran penting, namun juga guru memiliki peran yang fital dalam hal pendidikan karakter siswa yang baik.”

Saat ini masih banyak anak-anak muda yang belum menerapkan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Masih sering kita melihat perkelahian antar siswa maupun warga, dan kurangnya sikap toleransi di masyarakat maupun di sekolah.

Baca Juga :
Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Perubahan zaman yang semakin canggih membuat individu memiliki sifat individualisme yang sangat bertolak belakang dengan kodrat manusia yaitu mahluk sosial. Dari persoalan-persoalan yang ada akan menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana peran guru dalam membentuk karakter siswa? Apakah para guru sudah memiliki karakter yang baik?.

Menurut, psikolog Amerika David Elkind pendidikan karakter ialah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara, atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.

Artinya, segala perilaku guru akan menjadi teladan para murid. Saat guru memiliki karakter dan perilaku yang kurang baik. Bagaimana bisa muridnya akan memiliki karakter dan perilaku yang baik. Karena mereka melihat contoh yang buruk setiap harinya.

Baca Juga :
Press Release, Aksi Menolak Sawit di Malang

Guru tidak hanya dituntut untuk memiliki intelektual yang tinggi. Namun, guru juga dituntut untuk memiliki karakter dan perilaku yang baik. Tuntutan guru semakin berjalannya waktu akan semakin berat karena dipengaruhi oleh berkembangnya zaman. Banyak guru yang menganggap pendidikan akademis adalah hal utama yang harus diperhatikan. Namun, pendidikan akademis jika tidak ditunjang dengan pendidikan karakter akan percuma.

Karena output yang dihasilkan akan menjadi siswa yang unggul dalam hal akademis namun, tidak memiliki karakter dan perilaku yang baik. Masih banyak di luar sana siswa yang melakukan tindak kejahatan karena kurangnya pendidikan karakter di sekolah. Banyak yang harus dibenahi dalam pendidikan kita.

Terutama dari hal yang paling mendasar adalah mindset guru tentang pendidikan karakter yang selama ini masih belum selaras. Pendidikan karakter sangat penting bagi seorang individu agar dia memiliki moral dan perilaku yang baik dalam hal bermasyarakat.

Baca Juga :
Sobat Kucing Meong, Mahasiswa UMM

Hal tersebut akan berjalan dengan lancar bila ditunjang dengan para guru yang bermoral baik dan mampu menjadi teladan bagi para siswanya. Hal ini tentu saja bukan hanya pada masalah bagaimana guru bisa memberi contoh yang baik pada siswa. Namun, hal ini berkaitan erat pula pada pola pengajaran seorang guru terhadap siswa.

Tak jarang seorang guru melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan di dalam kelas misalnya menggunakan gawai selain untuk proses pembelajaran. Hal ini akan berdampak negatif bagi karakter seorang siswa. Siswa yang melihat hal tersebut akan mencontoh hal tersebut. ”Banyak hal yang bisa dilakukan dalam hal menumbuhkan karakter baik dalam diri siswa.

Misalnya, memberikan contoh yang baik di dalam kelas, menerapkan sistem pengajaran yang baik dan efektif.” Menurut Rabia’tul Auliah. Seorang guru yang profesional haruslah memiliki karakter yang baik di dalam lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pola pengajaran yang baik tentu saja akan melibatkan emosi positif dan perilaku positif seorang guru yang akan berdampak sangat baik pada siswanya.

Selain dari pola pengajaran yang diberikan, pendidikan karakter juga harus diajarkan sejak dini. Pendidikan karakter yang ditumbuhkan melalui pendidikan anak usia dini, akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakter siswa di kemudian hari. Tak jarang banyak kita temui orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya sejak usia dini.

Namun, hal tersebut juga harus ditunjang dengan lingkungan yang memiliki karakter baik pula. Lingkungan pergaulan memiliki faktor yang cukup besar terhadap karakter siswa. Karena banyak sekali siswa yang berasal dari keluarga yang bermoral baik namun akhirnya siswa tersebut bermoral buruk dikarenakan berada pada lingkungan pergaulan yang buruk.

Peristiwa ini juga menjadi jawaban bahwa pendidikan karakter bukan hanya untuk ditanamkan dan diajarkan namun juga harus selalu diawasi. Pengawasan ini bukan hanya tugas orang tua namun guru juga terlibat dalam hal ini. Karena guru juga bertanggung jawab atas perilaku siswa dalam pergaulannya.

Total
2
Shares
Previous Article
Melihat Perjalanan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Melihat Perjalanan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Next Article
Kisah Cinta Dewi Banowati dan Arjuna: Kesetiaan atau Pengkhianatan?

Kisah Cinta Dewi Banowati dan Arjuna: Kesetiaan atau Pengkhianatan?