Sobat Kucing Meong, Mahasiswa UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tak hanya ramah lingkungan sebagai kampus Hijau, tetapi juga ramah kepada kucing-kucing juga ternyata.

Kucing siapa yang tidak kenal dengan hewan yang satu ini? Hewan ini sangat digandrungi oleh banyak orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua bahkan lelaki atau perempuan menyukai hewan yang satu ini. Orang-orang yang menyukai kucing biasanya menamai dirinya sebagai cat lovers.

Baca Juga : Caramu Memandang Dunia

Karena populasi kucing yang sangat banyak, mulai dari rumah-rumah, pasar bahkan tidak menutup kemungkinan kucing tersebut juga terdapat di lingkungan universitas. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). universitas yang memiliki julukan kampus putih ini terdapat banyak sekali kucing yang berkeliaran di sekitar kampus. Mulai dari taman, masjid, kantin, bahkan di ruangan kelas sekalipun.

Di Universitas Muhammadiyah Malang ini terdapat banyak sekali kucing liar yang memiliki nasib kurang beruntung. Sehingga pada tahun 2019 terbentuklah sebuah komunitas terbuka bagi pecinta kucing UMM. Komunitas ini dikelola oleh mahasiswa UMM. Dalam komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang dengan sukarela memberi makan atau sekedar menyapa kucing liar yang berada di UMM. Tidak hanya mahasiswa, dosen dan staf karyawan UMM juga tergabung dalam komunitas terbuka ini. Terlihat dari akun Instagram yang bernama @kucing.umm yang banyak mengupload foto-foto dan video kucing yang berada di sekitaran kampus UMM.

Tak jarang juga mereka menemukan kucing yang terluka dan butuh perawatan intens dari dokter. Terdapat 1 unggahan foto di akun @kucing.umm yang memperlihatkan keadaan seekor kucing yang terkena penyakit scabies sehingga perlu perawatan dari dokter hewan. Sampai di sini muncullah sebuah pertanyaan, dari mana dana yang digunakan untuk merawat kucing kucing yang terluka tersebut?. Disebut dalam satu unggahan foto mengenai perkembangan kondisi kucing yang terluka hingga pulih di akun Instagram @kucing.umm dan menyebutkan bahwa dana yang digunakan untuk mengobati kucing tersebut berasal dari sumbangan sukarela dari mahasiswa, dosen dan staf karyawan UMM. Ada juga mahasiswa, dosen atau staf karyawan yang berinisiatif untuk mengadopsi kucing UMM.

Baca Juga : Asri Tak Selaras

Pose-pose kucing yang beragam membuat para sobat meong UMM menjadi gemas. Mulai dari foto kucing yang sedang makan, tidur di tempat rapat, bahkan duduk di dalam kelas layaknya mahasiswa yang sedang melakukan perkuliahan. Walaupun kucing-kucing tersebut adalah kucing liar, tetapi sangat bersahabat dengan manusia.

Tetapi dari sekian banyak mahasiswa, dosen bahkan karyawan yang menyukai kucing. Ada juga mereka yang merasa geli dan takut terhadap hewan yang satu ini. Dengan alasan geli dengan bulu kucing atau trauma karena dulu memiliki kisah kelam dengan hewan kecil yang masih berkerabat dengan harimau ini. Ibarat kata di dunia ini hanya ada dua tipe manusia. Pertama manusia yang tidak suka pada kucing, sedang yang kedua adalah manusia yang sangat cinta pada kucing.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Infografis, Indonesia Merdeka

Next Article

Press Release, Aksi Menolak Sawit di Malang